Sulitnya memaafkan setelah terkhianati..

Hai blogger, I'm a new member here.. 
Sekarang saya sedang sakit, bukan sakit fisik tapi sakit hati.. ternyata sakitnya bisa bikin diet saya sukses belakangan ini.. entahlah apa saya bisa memulai hari kembali setelah kejadian sebulan lalu yang sangat menampar mental saya.. saat itu dunia terasa hancur, gelap, runtuh.. Orang terdekat sangat berpotensi membuat kita hancur, ya itu yang saya rasakan.. tapi finally saya memutuskan untuk memaafkan dan bertahan.. Disinilah bagian terberatnya, berdamai dengan diri sendiri.. 

Sejak berabad-abad yang lalu, pengkhianatan telah dilakukan oleh milyaran laki-laki di dunia ini, dan ada milyaran pula wanita yang memilih untuk bertahan dan sebagian memilih mengakhiri hubungan dengan si pengkhianat.. dan saya adalah satu diantara milyaran wanita yang memilih bertahan, setiap mengingat kejadian itu rasanya hati saya panas, otak saya buntu, hati saya was-was.. kalau sakit flu dikasih antibiotik bisa sembuh, kalau ini rasanya sangat sulit, menghantui pikiran, membuar kinerja menurun, segini dasyatnya sakit hati itu..

Saya sadari setelah pengkhianatan ini rasanya kepercayaan diri saya pudar.. saya menjadi tidak bisa mengambil keputusan, pikiran saya lebih condong kepada negatif daripada positif.. otak saya berpikir, bisakah saya mempercayai seseorang lagi? bisakah saya berdiri tegak lagi memandang hari? semuanya samar.. 

Musuh saya saat ini adalah diri saya sendiri.. maka saya buat blog ini senyum widya, harimu masih panjang, semoga saya bisa tersenyum setiap membaca kata-kata motivasi itu.. karena senyum saat ini adalah hal tersulit yang bisa saya lakukan.

Komentar